Ftalat
Ringkasan Kimia TEACH

Badan Proteksi Lingkungan AS (US EPA), Toksisitas dan Pengukuran Paparan untuk Kesehatan Anak2

Ringkasan Kimia TEACH Ini adalah kompilasi dari informasi yang diperoleh terutama dari US EPA dan sumber daya ATSDR, dan Database TEACH. Database TEACH Ini berisi ringkasan studi penelitian yang berkaitan dengan paparan perkembangan dan / atau efek kesehatan untuk setiap bahan kimia atau kelompok kimia. TEACH tidak melakukan evaluasi keabsahan apapun atau kualitas dari studi penelitian. Studi penelitian yang khusus untuk orang dewasa tidak termasuk dalam Database TEACH, dan biasanya tidak dijelaskan dalam Ringkasan Kimia TEACH.

I.                   PENDAHULUAN
Ftalat adalah kelompok bahan kimia yang digunakan sebagai plastisiser, yang memberikan fleksibilitas dan daya tahan untuk plastik seperti poli vinil klorida (PVC). Ftalat adalah dialkil atau alkil ester aril dari asam 1,2-benzenedicarboxylic. Ftalat dalam bentuknya yang murni biasanya cairan bening, beberapa dengan bau manis samar dan beberapa dengan warna kuning samar (1-6).

Plastik2 yang mengandung ftalat umumnya digunakan dalam aplikasi2 yang meliputi bahan2 bangunan, pakaian, kosmetik2, parfum2, kemasan2 makanan, mainan2, dan produk-produk vinil (misalnya, bahan lantai, tirai mandi, dan mantel hujan) juga ditemukan dalam minyak pelumas, pelarut, dan deterjen (1-6); dan dalam aplikasi2 medis yang meliputi kantong2 transfusi darah dan selang, kantong2 cairan intravena dan selang, dan peralatan2 medis lainnya.

Yang berkaitan dengan efek2 kesehatan, ftalat sering diklasifikasikan sebagai pengganggu endokrin atau agen hormon aktif (hormonally active agents - Haas) karena kemampuan mereka untuk mengganggu sistem endokrin dalam tubuh (6, 7).

Paparan ftalat telah dilaporkan mengakibatkan peningkatan kejadian kelainan perkembangan seperti sumbing dan malformasi rangka, dan peningkatan kematian janin pada penelitian hewan percobaan (1-7). Sistem yang paling sensitif adalah saluran reproduksi laki-laki yang belum dewasa, dengan paparan ftalat bisa mengakibatkan peningkatan kejadian testis yang tidak turun, penurunan berat testis, penurunan jarak anogenital (jarak antara anus dan pangkal penis), dan efek2 lain (1-7) .

Ftalat yg ada di mana-mana pada barang2 yang digunakan sehari-hari oleh anak-anak adalah keprihatinan bagi kesehatan anak-anak karena akan meningkatkan kemungkinan eksposur.
Media eksposur yang diprihatinkan bagi anak-anak adalah termasuk air susu ibu, susu sapi ritel, dan formula bayi (8-10), makanan yang terkandung dalam kemasan2 plastik (6, 11-13); mainan2 plastik dan barang-barang makan, seperti cangkir dan mangkuk (12-15), udara dalam ruangan (16); dan peralatan2 medis seperti selang plastik yang digunakan selama perawatan intravena, transfusi, perawatan oksigenasi membran ekstra korporeal (extracorporeal membrane oxygenation - ECMO), atau dialisis (17-26). Penggunaan ftalat dalam puting2 botol dan dot2 secara sukarela dihentikan mulai tahun 1986 (1-6, 27).

Kecuali dinyatakan lain, kebanyakan studi dijelaskan dalam Ringkasan Kimia ini difokuskan pada eksposur diethylhexyl phthalate (DEHP), salah satu ftalat paling sering digunakan dan diproduksi di Amerika Serikat. Ftalat2 lain yang menjadi perhatian meliputi: ftalat diisononyl (diisononyl phthalate - DINP), ftalat butil benzil (butyl benzyl phthalate - BBP), ftalat dietil (diethyl phthalate - DEP), ftalat di-n-butyl (DnBP), ftalat di-n-oktil (di-n-butyl phthalate -  DnOP), ftalat dimetil (dimethyl phthalate - DMP) , dan tereptalat dimetil ( dimethyl-terephthalate - DMT).

MEDIA EKSPOSUR DAN POTENSIAL UNTUK PAPARAN ke ANAK2 ¹

Media Eksposur
Potensial Relatif untuk Paparan ke Anak 2,3
Dasar 4
Pola makan
Lebih tinggi
Ftalat dapat ditemukan di seluruh pola makan, termasuk susu formula dan makanan bayi. Ftalat dapat larut ke dalam makanan yang dipanaskan dalam wadah plastik. Mainan yang dimasukan ke mulut dan  yang mengandung ftalat juga dapat mengakibatkan paparan ftalat. Individu2 yang menerima beberapa perawatan, menyusui, atau transfusi melalui selang medis yang mengandung ftalat kemungkinan besar akan terpapar ftalat. Bayi2 di Unit Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir (Neonatal Intensive Care Units - NICU) adalah salah satu kelompok perhatian bagi paparan ftalat.
Yg berhubung dgn kulit
Menengah
Beberapa kosmetik, parfum, dan losion yang mungkin berisi ftalat. Beberapa obat nyamuk serangga juga mengandung ftalat.
Udara dalam ruangan

Lebih rendah
Konsentrasi udara dalam ruangan dapat ditingkatkan dengan pelepasan gas dari bahan2 bangunan seperti lantai vinil baru atau kamar yang baru dicat. Ftalat telah diukur dalam debu rumah.
Udara sekitar
Lebih rendah
Udara sekitar umumnya tidak dianggap sebagai
Media eksposur yang signifikan.
Endapan

Lebih rendah
Endapan
umumnya tidak dianggap sebagai
Media eksposur yang signifikan.
Tanah
Lebih rendah
Ftalat umumnya tidak ditemukan di dalam tanah
Air minum
Lebih rendah
Ftalat telah terdeteksi dalam air minum, meskipun
umumnya dalam konsentrasi
2 rendah.

1.      Untuk informasi lebih lanjut tentang faktor-faktor paparan spesifik di anak2, silakan lihat Buku Panduan Faktor Paparan Anak-Spesifik
2.      Potensial Relatif untuk kategori Paparan Anak2 mencerminkan penilaian oleh kelompok kerja TEACH, US EPA, yang menggabungkan jalur2 potensial paparan, frekuensi paparan, tingkat eksposur, dan keadaan pengetahuan saat ini. Kondisi2 khusus situs tertentu dapat bervariasi dan mempengaruhi potensial relatif untuk eksposur. Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana penentuan ini dibuat, pergi ke http://www.epa.gov/teach/teachprotocols_chemsumm.html.
3.      Masa kecil merupakan sebuah tahapan hidup dari sebuah sub populasi, perbedaannya adalah bahwa sebuah sub populasi yang mengacu pada suatu bagian dari populasi, sedangkan sebuah tahap kehidupan sudah termasuk seluruh population.4 Informasi yang digambarkan dalam kolom ini berasal dari berbagai sumber (misalnya, 1-5) termasuk studi yang tercantum dalam database TEACH

RINGKASAN TOKSISITAS5, 6
Ftalat adalah sebuah kelompok dari berbagai bahan kimia, yang berbagi struktur kimia umum (lihat Pendahuluan). Beberapa ftalat diklasifikasikan sebagai "endokrin" karena kemampuan mereka untuk mengubah endokrin, atau hormonal, sistem. Hanya ftalat2 tertentu memiliki nilai referensi toksisitas yang tercantum di badan2federal AS. Ftalat2 yang tercantum dalam bagian ini adalah mereka yang nilai referensi toksisitas nya tersedia. Informasi toksisitas untuk individu ftalat tercantum secara terpisah untuk masing-masing ftalat. Sebuah "kebutuhan data penting" yang diidentifikasi adalah dalam terbentuknya pada efek2 dari campuran ftalat2 termasuk pertanyaan2 dari aditivitas dan interferensi(28).

Ftalat Butil Benzil (Butyl benzyl phthalate - BBP)

Sebuah penelitian melaporkan bahwa peningkatan insiden eksim dan rinitis pada anak yang dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi BBP dalam debu rumah (29). Paparan pralahir tikus terhadap BBP mengakibatkan efek teratogenik pada keturunannya yang termasuk malformasi tulang, peningkatan kejadian sumbing, dan penurunan jumlah fetus hidup pada saat lahir (30-32).
Cacat pada perkembangan organ reproduksi laki-laki tikus setelah eksposur pralahir termasuk peningkatan kejadian testis yang tidak turun, hipospadia (uretra di bagian bawah penis), dan perbedaan anatomi lainnya (33-35). Sebuah studi dua generasi melaporkan efek yang sama pada keturunannya, dan di samping itu, pubertas tertunda pada kedua jenis kelamin (36). Di tikus2 hamil yang terpapar BBP memiliki pengurangan bobot ovarium dan uterus, tingkat2 progesteron, dan folikel2 ovulasi (37, 38). Pada tikus betina dewasa, paparan BBP mengakibatkan peningkatan kejadian sel mononuklear leukemia dan efek2 hati, termasuk peningkatan ukuran hati (6).

Metabolit:
Sebuah metabolit BBP, ftalat mono-n-butil (MBP), telah terbukti teratogenik pada tikus2 setelah paparan selama kehamilan, yang menyebabkan peningkatan kematian janin dan peningkatan malformasi rangka janin (31, 39-45). Peningkatan insiden testis yang tidak turun, penurunan berat testis, dan penurunan jarak anogenital juga diamati setelah eksposur MBP selama masa pengembangan (46-48).

Klasifikasi karsinogenisitas bobot-dari-bukti7:
US EPA mengklasifikasikan BBP sebagai kelas C, sebuah kemungkinan penyebab kanker pada manusia (di bawah pedoman US EPA 1986), berdasarkan peningkatan sel mononuklear leukemia pada tikus2 betina (www.epa.gov/iris/subst/0293.htm, II.A.1 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (International Agency for Research on Cancer - IARC) mengklasifikasikan BBP pada tahun 1999 sebagai "tidak terklasifikasikan" sebagai karsinogenisitas.

Catatan: BBP saat ini sedang menjalani penilaian ulang di IRIS (49).

5 Silakan lihat ringkasan2 artikel penelitian yang tercantum dalam database TEACH untuk rincian tentang pertimbangan2 rancangan studi (misalnya, dosis, ukuran sampel, pengukuran paparan). 6 Ringkasan toksisitas Ini kemungkinan akan mencakup informasi dari tempat kerja atau studi lain mengenai manusia (dewasa) atau hewan2 percobaan apabila informasi anak-spesifik  adalah kurang untuk bahan kimia yang berkepentingan. Ringkasan2 artikel berfokus hanya pada orang dewasa yang tidak terdaftar dalam Database TEACH karena Database TEACH berisi ringkasan artikel yang berkaitan dengan organisme yang sedang berkembang. 7 Untuk informasi terkini yang berkaitan dengan penilaian risiko karsinogen selama masa pengembangan, konsultasikan "Pedoman Penilaian Risiko Karsinogen dan Pedoman Tambahan Risiko dari Paparan pada Awal Kehidupan " di http://www.epa.gov/cancerguidelines.

Ftalat dibutil (Dibutyl phthalate - DBP)
Paparan tikus2 prenatal untuk DBP mengakibatkan efek teratogenik pada keturunannya yang termasuk malformasi tulang, peningkatan kejadian sumbing, dan penurunan jumlah fetus hidup saat lahir (30, 50-52). Cacat2 dalam perkembangan organ reproduksi laki-laki setelah papanan pralahir untuk DBP antara lain meningkatnya kejadian testis tidak turun, hipospadia, dan perbedaan anatomi lainnya (34, 53-66). Penurunan testosteron (60), penurunan hormon hipofisis (67), dan pubertas tertunda (56) dikaitkan dengan paparan DBP prenatal. Paparan DBP selama dewasa menyebabkan peningkatan mortalitas pada tikus2 (4).

Metabolit:
Ftalat mono-N-butil (Mono-N-butyl phthalate - MBP) merupakan metabolit dari DBP (lihat Ringkasan Keracunan untuk metabolit BBP pada halaman sebelumnya).

Klasifikasi karsinogenisitas bobot-dari-bukti:
US EPA mengklasifikasikan DBP sebagai kelas D, "tidak terklasifikasikan," yang menyatakan bahwa "Data terkait tentang karsinogenisitas itu tidak terletak dalam literatur yang tersedia"


(http://www.epa.gov/iris/subst/0038.htm), dan WHO IARC belum mengevaluasi DBP

Catatan: DBP saat ini sedang mengalami penilaian ulang di IRIS (49).

Ftalat Di (2-ethylhxyl) (Di(2-ethylhxyl)phthalate - DEHP)
Peningkatan kejadian asma pada anak yang dikaitkan dengan konsentrasi DEHP yang meningkat pada debu rumah (29). Paparan beberapa bayi dan anak-anak dengan DEHP dari perangkat2 medis telah dikaitkan dengan kolestasis (aliran empedu berkurang) (19) dan gangguan2 paru-paru yang tidak biasa (21). Studi lain dari para remaja yang terpapar DEHP selama perawatan ECMO dimana saat bayi2 telah dilaporkan tidak ada efek samping pada beberapa kadar hormon yang teruji (68).

Paparan tikus prenatal dengan DEHP mengakibatkan efek teratogenik pada keturunannya yang termasuk malformasi tulang, peningkatan kejadian sumbing, dan penurunan jumlah fetus hidup pada saat lahir (69,70). Cacat2 dalam perkembangan organ reproduksi laki-laki berikut paparan pralahir tikus2 dengan DEHP termasuk peningkatan kejadian testis tidak turun, hipospadia, dan perbedaan anatomi lainnya (34, 35, 71-73). Penurunan produksi sperma (71) dan menurunnya kadar testosteron (72) juga dilaporkan. paparan tikus prenatal dengan DEHP menyebabkan efek2 buruk pada pengembangan jaringan paru-paru (74). Paparan terhadap neonatal, yang sedang menyusui, dan tikus dewasa dengan DEHP mengakibatkan penurunan aktivitas enzim hati (75-77). Paparan DEHP mengakibatkan anovulasi (kurangnya pelepasan sel telur dari ovarium) pada tikus betina dewasa (1, 6).

Metabolit:
Metabolit2 DEHP, MEHP dan asam 2-Ethylhexanoic, telah terbukti teratogenik pada tikus2 dan mencit, dengan efek termasuk kelainan tulang dan eksensefali (pertumbuhan otak di luar tengkorak) pada keturunannya (78-81).



Klasifikasi karsinogenisitas bobot-dari-bukti:
The US EPA mengklasifikasikan DEHP sebagai kelas B2, penyebab kanker pada manusia (di bawah pedoman US EPA 1986), berdasarkan tumor2 hati yang meningkat pada tikus2 jantan dan betina dewasa (www.epa.gov/iris/subst/0014.htm, II.A.1). WHO IARC mengklasifikasikan DEHP pada tahun 2000 sebagai "tidak terklasifikasikan" (Grup 3) tentang karsinogenisitas, berdasarkan bukti yang tidak memadai pada manusia, dan bukti yang cukup pada hewan2 percobaan.

Catatan: DEHP saat ini sedang menjalani penilaian ulang di IRIS (49).

Ftalat dietil (Diethyl phthalate - DEP)
Paparan tikus prenatal dengan DEP menghasilkan variasi rangka dan pengerasan tertunda (pengerasan) tulang pada keturunannya (82). Paparan pralahir dan laktasi dengan DEP menghasilkan sperma yang abnormal dan penurunan testosteron pada keturunan laki-laki selama masa dewasa (83). Pada tikus2 dewasa, paparan DEP mengakibatkan peningkatan bobot hati (3). Informasi toksisitas DEP yang tersedia dan yang ditinjau kembali oleh US EPA baru-baru ini menyimpulkan bahwa DEP adalah sedikit beracun atau minimal melalui rute oral atau dermal; setelah meninjau, US EPA menyatakan bahwa meningkatnya kejadian tambahan rusuk pada keturunannya, dan setelah diamati pada dosis toksik pada saat maternal, menyimpulkan bahwa "tidak ada bukti peningkatan kerentanan dalam studi reproduksi tikus" (84).

Klasifikasi karsinogenisitas bobot-dari-bukti:
US EPA telah mengklasifikasikan ftalat dietil sebagai kelas D, tidak terklasifikasikan  sebagai karsinogenisitas (di bawah Pedoman Kanker US EPA 1986), karena data yang bersangkutan tentang karsinogenisitas tidak terletak di literatur yang tersedia (85). US EPA OPPTS baru ini menyimpulkan bahwa DEP bukanlah mutagenik atau karsinogenik (84). WHO IARC belum mengevaluasi DEP


Ftalat tere dimetil (Dimethyl terephthalate - DMT)
Paparan tikus dewasa dengan DMT dikaitkan dengan peradangan ginjal yang kronis (6).

Klasifikasi karsinogenisitas bobot-dari-bukti:
US EPA IRIS belum menyelesaikan evaluasi yang berkaitan dengan karsinogenisitas DMT (http://www.epa.gov/iris/subst/0046.htm). WHO IARC belum mengevaluasi DMT

PENELITIAN PAPARAN DAN TOKSISITAS DARI DATABASE TEACH
Bagian ini memberikan gambaran singkat tentang studi manusia dan hewan yang tercantum dalam Database TEACH. Deskripsi ini umumnya meliputi kesimpulan secara keseluruhan dalam setiap studi tanpa evaluasi atau penilaian prestasi ilmiah oleh TEACH. Untuk rincian lebih lanjut tentang dosis dan tingkat paparan, cari di Database TEACH. Setiap pertimbangan efek samping harus mencakup pemahaman mengenai relatif eksposur atas dasar bobot badan. Dalam banyak kasus, tingkat eksposur dalam studi hewan adalah lebih besar dari tingkat eksposur yang biasanya ditemui oleh manusia.

A.                 HUMAN EXPOSURE AND EFFECTS
Salah satu penelitian terbaru terhadap laki-laki dewasa di Swedia menemukan sperma motil secara signifikan lebih sedikit untuk pria dengan konsentrasi urin yang lebih tinggi dari ftalat metabolit MEP (86). Pengurangan motilitas sperma (gerak) secara signifikan dikaitkan dengan konsentrasi darah dengan beberapa polychlorinated biphenyls (PCB) dan konsentrasi urin dengan beberapa metabolit ftalat (misalnya, MBeP dan PCB 153) (87).

Bayi2 dan anak-anak dapat terpapar dengan ftalat melalui beberapa sumber makanan (8, 9, 11, 88, 89). Ftalat ditemukan di setiap sampel yang telah dianalisa dari makanan bayi dan susu formula bayi dalam penelitian di Denmark (8). DEHP dan ftalat2 lainnya ditemukan di hampir semua yang telah dianalisa seperti susu, krim, mentega, dan sampel2 keju yang diuji dalam sebuah studi yang meliputi Inggris, Norwegia, dan Spanyol (9). Selanjutnya, ftalat ditemukan dalam sampel2 makanan yang dikemas dalam plastik, dan adanya ftalat ini disebabkan oleh residu plastik dari kemasan (11) atau dari sarung tangan plastik yang digunakan dalam mengemas makanan (88).

Bayi2 dan anak-anak dapat terpapar ftalat melalui dengan memasuki ke mulut nya mainan2 plastik, dan penggunaan wadah2 makan plastik. Ftalat, terutama DEHP dan ftalat diisononyl (DINP), ditemukan dalam beberapa produk plastik yang digunakan anak-anak, seperti mainan dan wadah makanan plastik (1, 6, 15); ftalat dapat diekstraksi dari produk2 ini ke dalam solusi yang menirukan saliva (12, 14). Jumlah paparan ftalat kepada anak-anak dari mainan tetap samar-samar, dan sulit dihitung. Satu studi di Belanda memperkirakan jumlah DEHP dan DINP tertelan oleh anak di bawah usia 3 tahun dari mainan dengan melakukan pengukuran pelarutan ftalat tersebut ke dalam larutan (14).

Studi lain di Amerika Serikat oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen menyimpulkan bahwa tingkat DINP terlarut dari sebuah panel mainan yang ber-beda2 tidak menimbulkan resiko yang signifikan untuk anak-anak (13).

Konsentrasi2 ftalat pada partikulat debu yang dikumpulkan di rumah menyarankan bahwa penghirupan ftalat mungkin menjadi jalur yang penting untuk  eksposur ke sejumlah anak2 (27, 29, 90-92). Keduanya BBP (29,91) dan DEHP (27, 29) telah terdeteksi dalam debu rumah. Satu studi di Swedia mendeteksi ftalat pada debu di 38 dari 372 rumah yang diuji (29). Namun, sebuah studi memandang bahwa debu rumah ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara metabolit2 dalam urin anak-anak dan tingkat2 DEHP pada debu rumah (90).

Sebagai bukti paparan, ftalat dan metabolitnya telah diukur dalam darah dan urin ibu2 hamil (93), bayi2 dan anak-anak (24, 29, 90, 94-102), dan juga dalam air susu ibu (95). Metabolit2 DEHP termasuk ftalat mono-etilheksil (MEHP) dan asam 2-Ethylhexanoic (2-EHA), metabolit2 DnBP termasuk ftalat mono-n-butil (MBP), dan metabolit2 BBP termasuk MBP dan ftalat mono-n-benzil (MBeP).

Bayi2 yang baru lahir dapat terkena ftalat dari beberapa prosedur medis. Neonatus yang terkena DEHP saat menerima intervensi medis dengan perangkat2 yang mengandung PVC (yaitu, selang intravena [IV] yang mungkin berisi DEHP 20-40% menurut beratnya) (1).

DEHP dan metabolit ftalat monoethylhexyl yang beracun (MEHP) telah diukur dalam serum neonatus setelah transfusi darah dan pemberian cairan intravena (17, 18, 95, 97), oksigenasi membran ekstra korporeal (ECMO) (19, 20, 68), ventilasi mekanik (21), dan pemberian makanan parenteral intravena dengan nutrisi2 (22, 23).

Bayi2 dan anak-anak yang terpapar ftalat dari intervensi medis tertentu telah dilaporkan memiliki beberapa efek kesehatan yang berhubungan dengan paparan.

Pada bayi2 yang menjalani ECMO, sebuah hubungan yang signifikan yang ditemukan antara tingkat kolestasis (pembentukan penurunan empedu atau aliran) dan meningkatnya tingkat2 serum DEHP (19).

Studi lain melaporkan suatu gangguan paru-paru yang tidak biasa dalam tiga bayi prematur yang diventilasi secara artifisial dengan selang yang mengandung DEHP (22). Sebaliknya, studi lain tidak menemukan efek2 akut pada bayi2 prematur yang mengalami peningkatan kadar serum DEHP (25).

Selain itu, remaja2 yang telah terkena DEHP selama ECMO sebagai bayi dilaporkan memiliki tingkat normal testosteron dan hormon hipofisis selama masa remaja (68).

Bukti terbaru pada manusia memberikan bukti bahwa paparan ibu terhadap ftalat selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan saluran reproduksi laki-laki.

Khususnya, penurunan jarak anogenital (jarak antara anus dan pangkal penis) pada anak laki-laki usia 2-36 bulan secara signifikan dikaitkan dengan konsentrasi urin ibu yang meningkat terhadap empat metabolit ftalat (MEP, MBP, ftalat monobenzyl, dan ftalat monoisibuthyl (MiBP ) (103).

Sebuah penelitian di Swedia pada gejala alergi persisten pada anak-anak menemukan hubungan positif yang signifikan antara kejadian rhinitis atau insidensi eksim dan konsentrasi2 BBP, dan antara insidensi asma dan konsentrasi2 DEHP dalam debu rumah tangga (29).

Prematur thelarche (perkembangan payudara) secara signifikan dikaitkan dengan konsentrasi2 plasma DEHP, DBP, DEP, DMP, dan metabolit DEHP MEHP dalam sebuah studi kasus kontrol terhadap gadis-gadis muda di Puerto Rico (94).


B.                 EKSPERIMENTAL TENTANG PAPARAN DAN EFEK2 TERHADAP HEWAN
Ada banyak penelitian2 pada hewan percobaan yang telah memeriksai efek2 kesehatan dari ftalat selama masa pengembangan. Penelitian2 yang dirangkum di sini mewakili beberapa studi yang lebih baru yang tersedia dalam literatur sampai 2005. Ringkasan yang komprehensif dan rinci tentang studi hewan untuk individu ftalat yang tersedia ditempat lain (lihat Pertimbangan untuk Pengambil Keputusan di Ringkasan Teknik Kimia ini) (1-6).

Distribusi tisu dan metabolisme ftalat telah dipelajari pada hewan2 percobaan. Tikus muda yang disuntik dengan DEHP masih mempertahankan jumlah minimal di otaknya (104).

Pada tikus2, ftalat dan metabolitnya telah terbukti menembus plasenta, dan berpindah ke keturunannya melalui ASI ketika tikus2 yang sedang hamil atau menyusui terpapar melalui suntikan (75, 105, 106) atau saat menelan (76, 107-109).

Paparan ibu terhadap ftalat selama kehamilan telah terbukti teratogenik (menyebabkan cacat lahir) pada keturunannya. Ftalat tertentu terbukti memiliki efek pada janin setelah proses pencernaan ibu yang mengandung DnBP (50-52);

DEHP dan metabolitnya, MEHP dan 2-EHA (41, 69, 70, 78), BBP dan metabolitnya, MBP dan MBeP (30-32, 39), serta DEP dan DMP (82). Dua studi tentang paparan pralahir untuk ftalat menunjukkan tidak ada efek pada janin, dengan satu studi menggunakan paparan inhalasi tikus hamil dengan DEHP (110), dan studi lain menggunakan injeksi kelinci hamil dengan metabolit DEHP, MEHP (111).

US EPA melaporkan studi2 toksikologi yang menunjukkan sedikit atau tidak ada perkembangan toksisitas pada keturunannya yang terpapar di rahim (84).

Efek2 teratogenik yang diamati (cacat2 lahir) setelah paparan ftalat pralahir atau metabolit ftalat termasuk variasi2 tulang pada tulang rusuk dan sterna, dan osifikasi tulang yang tertunda (pengerasan) (30-32, 42, 50, 78, 82, 112-114);

Peningkatan penurunan pra-dan pasca-implantasi (kematian janin) dan penurunan jumlah fetus hidup (37-40, 52, 63, 70, 114); peningkatan kejadian malformasi otak depan, sistem optik, dan proses rahang atas dan bawah (50); penurunan berat badan janin (70) ; peningkatan kejadian sumbing (30-32, 39, 51, ​​52); dan peningkatan pelebaran pelvis renalis (30-32, 39).

Efek teratogenik setelah paparan pralahir untuk ftalat adalah tergantung pada tahap kehamilan ketika terpapar (31, 42, 112), pada daya larut air dari ftalat (113), dan bentuk stereokimia ftalatnya (78). Efek teratogenik pada janin (malformasi rangka dan disgenesis testis) telah diketahui saat bendungan hamil terpapar karena mengkonsumsi (31, 42, 112) atau dengan suntikan (78, 113).

Untuk mendukung klasifikasi ftalat sebagai pengganggu endokrin, perkembangan seksual laki-laki telah terpengaruh oleh paparan ftalat dan metabolitnya. Paparan dengan konsumsi terhadap tikus2 hamil untuk DEHP (35, 71-73, 115), BBP (33, 35), atau DBP (53-67, 115) menghasilkan keturunan laki-laki dengan peningkatan insiden hipospadia, penurunan testis dan tingkat  plasma testosteron , Sertoli yang abnormal dan sel2 Leydig di dalam testis, memperpendek jarak anogenital, dan puting2 yang seperti perempuan.

Efek2 serupa terlihat pada kelinci2 jantan yang terpapar DBP di dalam rahim dan selama masa remaja, tapi tidak terkena saat dewasa (116). Efek2 yang diinduksi oleh DBP pada tikus adalah serupa dengan yang terlihat pada sindrom disgenesis testis manusia (TDS) (55).

Beberapa studi lainnya atas paparan dengan konsumsi oleh neonatal tidak ditemukan efek2 yang signifikan pada pengembangan sistem reproduksi laki-laki untuk DEHP (117), DBP (62), atau BBP (118).

Metabolit2 ftalat diperkirakan merupakan senyawa2 secara biologis aktif yang menimbulkan efek2 perkembangan setelah paparan ftalat.

Paparan terhadap metabolit2 MBP (31, 39-42) atau MEHP (78, 108, 111) mengakibatkan malformasi tulang dan kelainan perkembangan testis, seperti yang terlihat dengan paparan terhadap ftalat2 BBP atau DEHP.

Perubahan utama yang merugikan dalam jaringan paru-paru neonatal telah dicatat setelah paparan pralahir terhadap DEHP melalui konsumsi ibu, sedemikian rupa sehingga perubahan dalam jaringan paru-paru mengakibatkan penurunan sekitar 50% pada kemampuan sel paru-paru untuk pertukaran gas (74).

Paparan terhadap DEHP (76, 77) atau DBP (119) melalui konsumsi telah terbukti mempengaruhi beberapa kegiatan enzim hati pada janin, neonatal, yang sedang menyusu, dan tikus2 dewasa.

Tikus2 yang sedang menyusu yang terpapar DEHP melalui air susu ibu memiliki peningkatan yang signifikan dalam aktivitas enzim hati peroxisomal (oksidase palmitoil CoA dan asetiltransferase karnitin) (76);

Selain itu, tikus2 yang sedang menyusu terpapar terhadap DEHP melalui air susu ibu memiliki penurunan yang signifikan dalam beberapa kegiatan enzim hati lainnya (hidroksilase anilin, N-demethylase etil morfin, dan hidroksilase hidrokarbon aril) dan konten di sitokrom P450 (75).

Efek2 perilaku pada tikus2 muda yang terpapar DEHP melalui injeksi intracisternal (dalam otak) yang telah dilaporkan (120, 121). Tikus2 yang pterapar mengalami signifikan, peningkatan dosis-tergantung dalam aktivitas motorik, dan model ini sedang dieksplorasi sebagai model untuk gangguan defisit-perhatian hiperaktivitas (attention-deficit hyperactivity disorder - ADHD) pada anak-anak (120, 121).

PERTIMBANGAN2 UNTUK PARA PEMBUAT-KEPUTUSAN
Bagian ini mencakup informasi yang mungkin berguna bagi para pemantau2 risiko, orang tua, pengasuh2, dokter2, dan pembuat2 keputusan lainnya yang tertarik dalam mengurangi pemaparan dan efek kesehatan yang merugikan pada anak-anak dengan bahan kimia tertentu ini. Informasi dalam bagian ini berfokus pada cara untuk mengurangi paparan, mengevaluasi kemungkinan paparan, dan, untuk beberapa bahan kimia, mengelola perawatan.

Informasi tentang Pengurangan atau Pencegahan Paparan

Tingkat paparan harian terhadap DEHP untuk masyarakat umum dapat mendekati atau melebihi US EPA RfD, 0,02 mg/kg/hari (setara dengan 1,4 mg/hari untuk rata-rata orang yang 70-kg), lihat Referensi Nilai Keracunan bagian Ringkasan Kimia ini. Kompilasi beberapa perkiraan dari beberapa penelitian, jumlah paparan rata-rata individu harian terhadap DEHP di AS diperkirakan 0,003-0,03 mg/kg/hari dalam satu laporan (1), dan 0,006-0,02 mg/kg/hari dalam laporan lain (16 ).

Kemungkinan paparan anak-anak terhadap ftalat cukup tinggi, mengingat bahwa ftalat adalah plastisiser yang dapat meluluhkan dari poli vinil klorida dan produk2 plastik lainnya yang banyak digunakan di Amerika Serikat (2-6, 8-12, 14, 15, 88) . Anak-anak usia 3-12 bulan berada pada risiko tertinggi untuk paparan terhadap ftalat dari peluluhan dari mainan2 plastik dengan memasukan ke mulut nya (1, 6).

Mengukur paparan2 terhadap anak dari memasukan mainan ke mulut nya selama ini sulit karena berbagai alasan, tetapi paparannya cenderung rendah (1, 5, 6, 122, 123). Banyak produsen telah secara sukarela menghentikan penggunaan ftalat dalam puting susu, teether, dan mainan2 kerincingan, dan banyak pengecer secara sukarela menolak untuk menjual produk tersebut jika mereka berisi ftalat (1,122).

Bayi2 prematur dan anak-anak lain yang membutuhkan dialisis, penyusuan yang berkepanjangan, atau ventilasi mekanis melalui selang plastik beresiko untuk terpapar secara signifikan terhadap ftalat pada perangkat2 medis (1,6, 9, 11, 15). Paparan neonatal terhadap DEHP dan MEHP, melalui transfusi pertukaran, bisa sampai 3.300 mg/kg dan 360 mg/kg, masing-masing, per transfusi (17, 18). Baru-baru ini US EPA National Toxicology Program (NTP) mengeluarkan laporan yang termasuk kepedulian untuk bayi laki-laki yang sakit kritis yang mungkin terpapar dengan DEHP di dalam selang medis (124). US FDA juga merekomendasikan pengurangan penggunaan selang yang mengandung DEHP di beberapa prosedur medis, termasuk pertukaran transfusi dan perawatan ECMO terhadap bayi2 (125).

US Food and Drug Administration (FDA) menghimbau untuk hati-hati dalam menggunakan wadah plastik untuk memanaskan makanan di microwave (126, 127). Rekomendasi2 meliputi:

  1. pembungkus plastik yang aman untuk microwave harus ditempatkan secara longgar di atas makanan sehingga uap yang dapat melarikan diri, dan tidak langsung menyentuh makanan Anda;
  2. wadah untuk bawa2 makanan dari restoran dan kotak margarin tidak boleh digunakan dalam microwave, dan
  3. kontainer2 yang menyimpan makanan siap saji yang bisa digunakan dengan microwave, buanglah  setelah Anda menggunakan mereka karena itu bertujuan untuk digunakan satu kali saja.

Informasi Paparan Lainnya

Konsentrasi2 metabolit ftalat pada urin anak-anak usia enam tahun dan lebih tua diukur untuk Survei Kesehatan Nasional dan Pemeriksaan Gizi (National Health and Nutrition Examination Survey - NHANES) (128). Survei nasional yang komprehensif yang berkelanjutan ini dikelola oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional AS untuk Statistik Kesehatan (129). Total 12 metabolit ftalat yang diukur sebagai bagian dari penelitian ini.

Beberapa yurisdiksi telah menetapkan peraturan yang membatasi atau melarang ftalat digunakan dalam mainan anak-anak.

Penggunaan enam ftalat dalam mainan anak-anak dan artikel anak2 telah dilarang di Eropa oleh Parlemen Eropa: penggunaan BBP, DBP, DEHP dalam mainan dan artikel anak2, penggunaan DINP, DIDP, dan DNDP dalam mainan dan artikel2 di penitipan anak yang yang dimasukkan ke dalam mulut anak-anak (130).

Pemerintah San Francisco telah melarang pembuatan, penjualan, dan distribusi dalam wilayah metropolitan terhadap mainan2 atau artikel untuk pelayanan anak2 atau produk untuk menyuap makanan yang dimaksudkan untuk digunakan oleh anak2 yang dibuat dengan atau mengandung lebih dari 0,1% dari ftalat2 ini: DEHP , DBP, BBP, DINP, DnOP, dan ftalat diisononyl (131, 132).

Detil ringkasan2 toksikologi dari ftalat BBP, DEHP, DINP, DBP, DnOP, ftalat diisodecyl, dan ftalat di-n-heksil yang disediakan dalam serangkaian monograf (diterbitkan pada tahun 2003) dan laporan panel ahli (diterbitkan pada 2000) yang disediakan oleh US National Toxicology Program; sebuah laporan konsep terbaru tahun 2006 yang tersedia untuk DEHP (6). Detil Profil Toksikologi juga tersedia dari US ATSDR untuk DEHP (1), DEP (3), DBP (4), dan DnOP (5). Ringkasan bahaya tersedia dari US EPA untuk DBP (133), DMP (134), dan DEHP (135).

Sebuah evaluasi yang terbaru dari DEP oleh US EPA OPPTS tersedia (84).

Beberapa ftalat terdaftar oleh US EPA sebagai bahan inert (atau "lainnya") dalam pestisida, menunjukkan bahan tersebut bukan merupakan bahan "aktif" untuk produk tersebut, tapi mungkin membutuhkan evaluasi atau telah dievaluasi untuk potensi toksisitas pada manusia . Banyak bahan inert dikategorikan oleh US EPA sesuai dengan tingkat kepedulian terhadap toksisitas pada manusia.

Ada 10 ftalat yang disertakan pada daftar bahan inert pestisida EPA, dengan ftalat menjadi perhatian tertinggi sebagai asam ftalat, ester bis (2-ethylhexyl) C1980 pada Daftar 1, Bahan2 Inert yang diperhatikan toksikologiknya (136). DEP baru-baru ini dievaluasi sebagai inert, dan US EPA menyimpulkan bahwa DEP adalah secara minimal beracun melalui rute oral dan dermal (84).
Sumber2 Informasi Lainnya

Tiga ftalat (BBP, DBP, dan DEHP) yang terdaftar di Daftar Prioritas Bahan Berbahaya 2005 untuk Undang-Undang Komprehensif  Respon Lingkungan, Kompensasi, dan Kewajiban (Comprehensive Environmental Response, Compensation, and Liability Act - CERCLA) pasal 104 (i), sebagaimana telah diubah dengan Amandemen Superfund dan Reauthorization Act (SARA). Inilah sebuah daftar, dalam urutan prioritas keprihatinan, zat yang paling sering ditemukan di situs yang terdaftar pada Daftar Prioritas Nasional (National Priorities List  - NPL); saat ini terdapat 275 substansi dalam daftar ini. Ftalat DBP terdaftar sebagai nomor 52, DEHP terdaftar sebagai nomor 76, dan BBP terdaftar sebagai nomor 195 pada NPL (137). DEHP telah diidentifikasi dalam setidaknya 737 dari 1.613 situs2 limbah berbahaya yang diusulkan untuk dimasukkan pada NPL (1).

Konsultasikan dengan "Buku Pegangan Faktor2 Paparan Anak-Spesifik" nya US EPA (EPA-600-P-00-002B) terhadap faktor2 untuk menilai konsumsi anak-anak dan tingkat2 inhalasi (138). Sebuah Rancangan Eksternal terbaru dari buku pegangan versi 2006  ini tersedia (139).



NILAI2 REFERENSI TOKSISITAS

Ftalat terdiri dari berbagai bahan kimia, hanya beberapa yang memiliki nilai referensi toksisitas yang tercantum melalui agen-agen federal AS.
Ftalat yang tercantum dalam bagian ini adalah mereka yang nilai referensi toksisitas nya
tersedia.

Butyl benzyl phthalate (BBP)

A. Oral / Penelanan
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: 2E-1 (atau 0.2) mg/kg/hari, berdasarkan meningkatnya secara signifikan berat hati-ke-badan dan rasio berat hati-ke-otak pada orang dewasa (www.epa.gov/iris/subst/0293.htm, I.A.1) (140).  Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir 6/15/89.

B. Inhalasi
Tidak tersedia.

Dibutyl phthalate (DBP)

A. Oral / Penelanan
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: 1E-1 (atau 0.1) mg/kg/hari, berdasarkan peningkatan mortalitas pada hewan2 dewasa (www.epa.gov/iris/subst/0038.htm, I.A.1) (141). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir 1/22/86.

U.S ATSDR Minimal Risk Level (MRL): Paparan akut oral, 0.5 mg/kg/hari, berdasarkan efek2 perkembangan (www.atsdr.cdc.gov/mrls.html) (142). Terakhir telah direvisi 9/01.


B. Inhalasi
U.S ATSDR Minimal Risk Level (MRL): Paparan akut oral, 0.5 mg/kg/hari, berdasarkan efek2 perkembangan (www.atsdr.cdc.gov/mrls.html) (142). Terakhir telah direvisi 9/01.

Di(2-ethylhexyl)phthalate (DEHP)

A. Oral / Penelanan
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: 2E-2 (atau 0.02) mg/kg/hari, berdasarkan peningkatan berat hati yang relatif pada hewan2 dewasa (www.epa.gov/iris/subst/0014.htm, I.A.1) (143). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir 1/22/86.
Faktor Lereng (Slope) Kanker Oral U.S. EPA:  1.4E-2 (or 0.014) per mg/kg/hari, berdasarkan karsinoma hepatoseluler dan adenoma, dengan menggunakan prosedur multitahap linierisasi, risiko ekstra (www.epa.gov/iris/subst/0014.htm, II.B.1) (143). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir 10/7/87.
Risiko Satuan Kanker Air Minum U.S. EPA: 4.0E-7 (or 0.0000004) per (μg/L) (www.epa.gov/iris/subst/0014.htm, II.B.1) (143). Kelompok kerja Verifikasi Tanggal Terakhir 10/7/87.
Konsentrasi Air Minum pada Tingkat Resiko Tertentu untuk Kanker U.S. EPA: E-4 (atau 1 dalam 10,000), 3E+2 (atau 300) μg/L; E-5 (atau 1 dalam 100,000), 3E+1 (atau 30) μg/L; E-6 (atau 1 dalam 1,000,000), 3E+0 (atau 3.0) μg/L (www.epa.gov/iris/subst/0014.htm, II.B.1) (143). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir 10/7/87.

Tingkat Pencemaran (Maximum Contaminant Level - MCL) untuk Air Minum U.S. EPA: 0.006 mg/L, berdasarkan kesulitan2 reproduksi, masalah2 hati, dan peningkatan risiko kanker pada hewan2 dewasa (www.epa.gov/safewater/mcl.html#mcls) (144). Terakhir telah direvisi 7/02.

Sasaran Tingkat Pencemaran Maksimum (Maximum Contaminant Level Goal - MCLG) U.S. EPA: 0 mg/L. Terakhir telah direvisi 7/02.
Tingkat Risiko Minimal (Minimal Risk Level - MRL) U.S. ATSDR: Paparan perantara oral, 0.1 mg/kg/hari, berdasarkan efek2 reproduksi pada hewan2 dewasa. Eksposur kronik oral, 0.06 mg/kg/hari, berdasarkan efek2 reproduksi pada hewan2 dewasa (www.atsdr.cdc.gov/mrls.html) (142). Terakhir telah direvisi 9/02.

B. Inhalasi
Tidak tersedia.

Diethyl phthalate (DEP)

A. Oral / Penelanan
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: 8E-1 (atau 0.8) mg/kg/hari, berdasarkan tingkat pertumbuhan yang menurun, konsumsi makanan dan bobot organ yang dirubah pada tikus2 dewasa (http://www.epa.gov/iris/subst/0226.htm, I.A.1) (85). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir  7/16/87.

B. Inhalasi
Tidak tersedia..

Dimethyl phthalate (DMP)

A. Oral / Penelanan
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: tidak tersedia pada saat ini (http://www.epa.gov/iris/subst/0353.htm, I.A.1) (145). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir  8/26/87.

B. Inhalasi
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: tersedia data efek kesehatan adalah tidak tjukup untuk menarik suatu RfC (http://www.epa.gov/iris/subst/0353.htm, I.B.) (145). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal Terakhir  7/26/90.

Dimethyl terephthalate (DMT)

A. Oral / Penelanan
Referensi Dosis (Reference Dose - RfD) US EPA untuk Eksposur Kronik Oral: 1E-1 (atau 0.1) mg/kg/hari, berdasarkan peradangan ginjal kronis pada tikus2 dewasa (http://www.epa.gov/iris/subst/0046.htm, I.A.1) (146). Kelompok Kerja Verifikasi Tanggal 10/9/85.

Tingkat Risiko Minimal (Minimal Risk Level - MRL) U.S. ATSDR: Paparan akut oral, 7 mg/kg/hari, didasarkan pada efek reproduksi. Paparan perantara Oral, 6 mg/kg/hari, berdasarkan efek2 hati (www.atsdr.cdc.gov/mrls.html) (142). Terakhir telah direvisi 6/95.

B. Inhalasi
Tidak tersedia.

Di-N-octyl phthalate (DnOP)

A. Oral / Penelanan
Tingkat Risiko Minimal (Minimal Risk Level - MRL) U.S. ATSDR: Paparan akut oral, 3 mg/kg/HARI, didasarkan pada efek2 hepatik. Paparan perantara Oral, 0.4 mg/kg/hari, didasarkan pada efek2 hepatik
(www.atsdr.cdc.gov/mrls.html) (142). Terakhir telah direvisi  9/97.

B. Inhalasi
Tidak tersedia.


INFORMASI PERATURAN FEDERAL
US EPA IRIS saat ini sedang mengkaji nilai2 acuan toksisitas untuk BBP, DBP, dan DEHP (49).

Tidak ada peraturan AS tentang penggunaan ftalat dalam mainan anak-anak, meskipun banyak produsen secara sukarela berhenti menggunakan ftalat dalam teethers dan mainan kerincingan pada tahun 1999, dan penggunaan ftalat dalam puting secara sukarela dihentikan awal tahun 1986 (1, 6, 122).

DBP, DEHP, dan DMP sudah termasuk dalam daftar 188 polutan udara berbahaya (hazardous air pollutants - HAPS) yang tercantum di bagian 112 (b) dari 1990 Clean Air Act Amandements dan diatur lebih dari 170 kategori sumber industri (147).

Ada 10 ftalat terdaftar oleh US EPA sebagai bahan inert dalam pestisida, masing-masing terdaftar di salah satu dari empat peringkat daftar dengan tingkat kepedulian toksikologi dan jumlah informasi toksikologi yang tersedia (136). DEP baru-baru ini pindah dari daftar 2 (Bahan-bahan lain yang Berpotensi Beracun / Prioritas Tinggi untuk Pengujian Inert) ke daftar 4B (Bahan-bahan lain dimana EPA memiliki informasi yang cukup untuk secara wajar menyimpulkan bahwa pola penggunaan saat ini dalam produk pestisida tidak akan mempengaruhi kesehatan umum atau lingkungan) (136).

US EPA mengharuskan pelaporan jumlah bahan2 kimia tertentu yang melebihi jumlah yang yang didefinisikan yang dapat dilaporkan, dan kuantitas ini bervariasi untuk bahan kimia yang ber-beda2 (148). Berdasarkan Undang-Undang Perencanaan Darurat dan Hak-untuk-Tahu Komunitas (the Emergency Planning and Community Right-to-Know Act - EPCRA) Bagian 313 "Kimia Beracun," diperlukan pelaporan kuantitas DBP, DEHP, atau DMP yang lebih besar daripada 10.000 pons, untuk produksi dan dalam proses atau yang digunakan (148). Di bawah CERCLA, jumlah rilis untuk pelaporan yang diperlukan andalah bervariasi tergantung pada ftalat: DBP, 10 pons, BBP dan DEHP, 100 pons, DEP, 1.000 pons, dan DMP, 5000 pons (148).

LATAR BELAKANG KIMIA

A. CAS Numbers: Butyl benzyl phthalate, 85-68-7; Diethyl phthalate, 84-66-2; Dibutyl phthalate,84-74-2; Di(2-ethylhexyl) phthalate, 117-81-7; Dimethyl terephthalate 120-61-6.

B. Properti fisikokimia: Ftalat dalam bentuk murni adalah cairan yang bening-ke-kekuningan, beberapa dengan bau ringan, kunjungi http://chem.sis.nlm.nih.gov/chemidplus/ dan menelusuri setiap ftalat dengan nama atau nomor CAS.

C. Produksi: Ftalat banyak digunakan sebagai bahan2 kimia industri dan komersial, terutama sebagai plastisiser dalam poli vinil klorida (95% dari penggunaan industri DEHP) dan polimer2 lainnya seperti karet, selulosa, dan stirena (149). Produksi DEHP diperkirakan 258000000 pons pada tahun 1994 (150), dan produksi semua ftalat dioktil diperkirakan 285000000 pons pada tahun 1998 (1). Angka2 yang lebih baru tidak tersedia karena informasi dianggap eksklusif oleh perusahaan manufaktur kimia (1).

D. Penggunaan: Ftalat atau ftalat ester adalah kelompok senyawa yang digunakan sebagai plastik dalam poli vinil klorida dan polimer2 lainnya, serta untuk polimer2 lainnya (1-6). Banyak bahan2 kemasan mengandung ftalat, termasuk makanan dan minuman dan beberapa produk medis. Mereka adalah senyawa2 yang banyak digunakan ditemukan dalam berbagai macam produk, termasuk: kosmetik2, pestisida (sebagai pembawa), sabun2 dan deterjen, tinta, pernis, minyak pelumas, perekat, film fotografi, kawat dan kabel, mainan2, sikat gigi, dan agen penghilang busa . Untuk ftalat tercantum dalam TRI, rilis jumlah yang dilaporkan dan pembuanganya di tahun 2004 adalah: DEHP lebih 840000 pons, DBP lebih 177000 pons, dan DMP lebih dari 414.000 pons. Perhatikan rilis ini yang dilaporkan dan pembuanganya harus dianggap sebagai estimasi minimum karena hanya jenis fasilitas tertentu yang diperlukan untuk laporan (150).

E. Nasib Lingkungan: Ftalat dapat larut dari kemasan plastik ke dalam makanan dan minuman yang mereka mengelilinginya (1-6). Dalam lingkungan, ftalat ditemukan sebagian besar sebagai akibat dari rilis industri. DEHP dan ftalat lainnya dapat menyerap dengan kuat ke tanah dan sedimen dan jarang larut ke air tanah atau menguap (1-6). Di udara, ftalat cukup stabil dan dapat dibawa menempuh jarak yang jauh. Ketika dilepaskan ke air, ftalat dapat mendegradasi agak cepat, misalnya, DEHP memiliki paruh dua sampai tiga minggu dalam air. DEHP dapat biokonsentrat di dalam sistem air, meskipun tidak semua ftalat biokonsentrat.

F. Sinonim dan Nama Dagang: (untuk daftar yang lebih lengkap, kunjungi
http://chem.sis.nlm.nih.gov/chemidplus/ dan mencari setiap ftalat berdasarkan nama atau nomor CAS)

Butylbenzyl phthalate: Benzyl butyl phthalate; benzyl butylphthalate; benzyl n-butyl phthalate; butyl phenylmethyl 1,2-benzenedicarboxylate; CCRIS 104; Caswell No. 125G; EINECS 201-622-7; HSDB 2107; NCI-C54375; NSC 71001; Palatinol BB; Phthalic acid, benzyl butyl ester; Santicizer 160; Sicol; Sicol 160; Unimoll BB; n-Butyl benzyl phthalate, dan yang lainnya.

Di(2-ethylhexyl)phalate: DEHP; DOP; bis(2-Ethylhexyl) phthalate; Dioctyl Phthalate; 1,2- Benzenedicarboxylic acid bis(2-ethylhexyl) ester; Octoil; Ethyl hexyl phthalate; 2-Ethylhexyl phthalate; bis-(2-ethylhexyl) 1,2-benzenedicarboxylate; octyl phthalate; phthalic acid dioctyl ester; BEHP; bisoflex 81; bisoflex dop; compound 889; DAF 68; ergoplast fdo; eviplast 80; eviplast 81; fleximel; flexol dop; flexol plasticizer dop; good-rite gp 264; hatcol dop; hercoflex 260; kodaflex dop; mollan o; nuoplaz dop; palatinol ah; pittsburgh px-138; platinol ah; platinol dop; rc plasticizer dop; reomol dop; reomol d 79p; sicol 150; staflex dop; truflex dop; vestinol ah; vinicizer 80; witcizer 312; Benzenedicarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl) ester; Union carbide flexol 380; bis (2-Etheylexyl) Phthalate; Bis(2-Ethylhexyl)Phthalate (DEHP); Bis (2-Ethylhexyl) Phthalate (Dioctyl phthalate), dan yang lainnya.

Diethyl phthalate: Ethyl phthalate; DEP; 1,2-benzenedicarboxylic acid diethyl ester; diethyl ophthalate;anozol; estol 1550; neantine; palatinol a; phthalol; placidol e; solvanol;Benzenedicarboxylic acid, diethyl ester; dan yang lainnya.

Di-n-butyl phthalate: DBP; Di-n-Butyl Phthalate; n-Butyl phthalate; 1,2-Benzenedicarboxylic acid dibutyl ester; Phthalic acid dibutyl ester; o-benzenedicarboxylic acid, dibutyl ester; benzene-odicarboxylic acid di-n-butyl ester; dibutyl 1,2-benzenedicarboxylate; celluflex dpb; Elaol; hexaplas m/b; palatinol c; polycizer dbp; PX 104; staflex dbp; witcizer 300; Araldite 502; benzenedicarboxylic acid, dibutyl ester; dibutyl o-Phthalate; dan yang lainnya.

Dimethyl phthalate: DMP; 1,2-benzenedicarboxylic acid; dimethyl ester; dimethyl 1,2- benzenedicarboxylate; dimethyl benzene-o-dicarboxylate; dimethyl phthalate; methyl phthalate; phthalic acid; dimethyl ester; dan yang lainnya. Informasi tambahan tentang ftalat tersedia dalam basis data TEACH untuk Ftalat, dan pada situs2 Web berikut ini:



REFERENSI

1. U.S. Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR). 2002.  "Toxicological Profile for Di(2-Ethylhexyl)phthalate (DEHP)." http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp9.html.
2. U.S. Environmental Protection Agency Ground Water and Drinking Water. 2002. "Technical Fact Sheet on: Di(2-Ethylhexyl)phthalate (DEHP)." http://www.epa.gov/safewater/dwh/t-soc/dehp.html.
3. U.S. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. 1995. "Toxicological Profile for Diethyl Phthalate." http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp73.html.
4. U.S. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. 1997. "Toxicological Profile for Di-n-Butyl Phthalate." http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp135.html.
5. U.S. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. 1997. "Toxicological Profile for Di-n-Octylphthalate (DNOP)." http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp95.html.
6. U.S. National Toxicology Program, Center for the Evaluation of Risks to Human Reproduction. 2007. "NTP-CERHR Reports and Monographs." http://cerhr.niehs.nih.gov/reports/index.html.
7. Wigle, D.T. 2003. "Hormonally Active Agents," in: Wigle, D.T., "Child Health and the Environment." Oxford, Oxford University Press, Inc.
8. Petersen, J.H., and T. Breindahl. 2000. "Plasticizers in total diet samples, baby food and infant formulae." Food Addit.Contam. 17(2):133-141.
9. Sharman, M., et al. 1994. "Levels of di-(2-ethylhexyl)phthalate and total phthalate esters in milk,cream, butter and cheese." Food Addit.Contam. 11(3):375-385.
10. Giust, J.A. 1990. "Determination of Bis(2-Ethylhexyl) Phthalate in Cow's Milk and Infant Formula by High-Performance Liquid Chromatography." J.Agric.Food Chem. 38:415-418.
11. Bosnir, J., et al. 2003. "Migration of phthalates from plastic products to model solutions." Coll.Antropol. 27 Suppl 1:23-30.
12. Steiner, I., et al. 1998. "Migration of di-(2-ethylhexyl) phthalate from PVC child articles into saliva and saliva simulant." Food Addit.Contam. 15(7):812-817.
13. Wilkinson, C.F., and J.C. Lamb. 1999. "The potential health effects of phthalate esters in children's toys: a review and risk assessment." Regul.Toxicol.Pharmacol. 30(2 Pt 1):140-155.
14. Bouma, K., and D.J. Schakel. 2002. "Migration of phthalates from PVC toys into saliva simulant by dynamic extraction." Food Addit.Contam. 19(6):602-610.
15. Stringer, R., et al. 2000. "Concentrations of Phthalate Esters and Identification of Other Additives in PVC Children's Toys." Environ.Sci.Pollut.Res.Int. 7(1):27-36.
16. Shea, K.M. 2003. "Pediatric exposure and potential toxicity of phthalate plasticizers." Pediatrics 111(6 Pt 1):1467-1474.
17. Sjoberg, P., et al. 1985. "Dispositions of di- and mono-(2-ethylhexyl) phthalate in newborn infants subjected to exchange transfusions." Eur.J.Clin.Invest 15(6):430-436.
18. Sjoberg, P.O., et al. 1985. "Exposure of newborn infants to plasticizers. Plasma levels of di-(2- ethylhexyl) phthalate and mono-(2-ethylhexyl) phthalate during exchange transfusion." Transfusion 25(5):424-428.
19. Shneider, B., et al. 1991. "A prospective analysis of cholestasis in infants supported with extracorporeal membrane oxygenation." J.Pediatr.Gastroenterol.Nutr. 13(3):285-289.
20. Karle, V.A., et al. 1997. "Extracorporeal membrane oxygenation exposes infants to the plasticizer,di(2-ethylhexyl)phthalate." Crit Care Med. 25(4):696-703.
21. Roth, B., et al. 1988. "Di-(2-ethylhexyl)-phthalate as plasticizer in PVC respiratory tubing systems: indications of hazardous effects on pulmonary function in mechanically ventilated, preterm infants." Eur.J.Pediatr. 147(1):41-46.
22. Loff, S., et al. 2000. "Polyvinylchloride infusion lines expose infants to large amounts of toxic plasticizers." J.Pediatr.Surg. 35(12):1775-1781.
23. Kambia, K., et al. 2001. "High-performance liquid chromatographic method for the determination of di(2-ethylhexyl) phthalate in total parenteral nutrition and in plasma." J.Chromatogr.B Biomed.Sci.Appl. 755(1-2):297-303.
24. Hillman, L.S., et al. 1975. "Identification and measurement of plasticizer in neonatal tissues after umbilical catheters and blood products." N Engl.J.Med. 292(8):381-386.
25. Christensson, A., et al. 1991. "In vivo comparative evaluation of hemodialysis tubing plasticized with DEHP and TEHTM." Int.J.Artif.Organs 14(7):407-410.
26. Tickner, J.A., et al. 2001. "Health risks posed by use of Di-2-ethylhexyl phthalate (DEHP) in PVC medical devices: a critical review." Am.J.Ind.Med. 39(1):100-111.
27. Oie, L., et al. 1997. "Residential exposure to plasticizers and its possible role in the pathogenesis of asthma." Environ.Health Perspect. 105(9):972-978.
28. NTP Center for the Evaluation of Risks to Human Reproduction. 2005. "NTP-CERHR Expert Panel Update on the Reproductive and Developmental Toxicity of Di(2-ethylhexyl) Phthalate." http://cerhr.niehs.nih.gov/chemicals/dehp/DEHP__Report_final.pdf.
29. Bornehag, C.G., et al. 2004. "The association between asthma and allergic symptoms in children and phthalates in house dust: a nested case-control study." Environ.Health Perspect. 112(14):1393-1397.
30. Ema, M., et al. 1991. "Evaluation of the embryolethality of butyl benzyl phthalate by conventional and pair-feeding studies in rats." J.Appl.Toxicol. 11(1):39-42.
31. Ema, M., et al. 1996. "Characterization of developmental toxicity of mono-n-benzyl phthalate in rats." Reprod.Toxicol. 10(5):365-372.
32. Ema, M., et al. 1992. "Embryolethality and teratogenicity of butyl benzyl phthalate in rats." J.Appl.Toxicol. 12(3):179-183.
33. Ema, M., and E. Miyawaki. 2002. "Effects on development of the reproductive system in male offspring of rats given butyl benzyl phthalate during late pregnancy." Reprod.Toxicol. 16(1):71-76.
34. Liu, K., et al. 2005. "Gene expression profiling following in utero exposure to phthalate esters reveals new gene targets in the etiology of testicular dysgenesis." Biol.Reprod. 73(1):180-192.
35. Gray, L.E., Jr., et al. 2000. "Perinatal exposure to the phthalates DEHP, BBP, and DINP, but not DEP, DMP, or DOTP, alters sexual differentiation of the male rat." Toxicol.Sci. 58(2):350-365.
36. Tyl, R.W., et al. 2004. "Reproductive toxicity evaluation of dietary butyl benzyl phthalate (BBP) in rats." Reprod.Toxicol. 18(2):241-264.
37. Ema, M., et al. 1994. "Embryolethality of butyl benzyl phthalate during early pregnancy in rats." Reprod.Toxicol. 8(3):231-236.
38. Ema, M., et al. 1998. "Reproductive effects of butyl benzyl phthalate in pregnant and pseudopregnant rats." Reprod.Toxicol. 12(2):127-132.
39. Ema, M., et al. 1996. "Developmental toxicity of mono-n-benzyl phthalate, one of the major metabolites of the plasticizer n-butyl benzyl phthalate, in rats." Toxicol.Lett. 86(1):19-25.
 40. Ema, M., and E. Miyawaki. 2001. "Effects of monobutyl phthalate on reproductive function in pregnant and pseudopregnant rats." Reprod.Toxicol. 15(3):261-267.
41. Saillenfait, A.M., et al. 2001. "Effects of mono-n-butyl phthalate on the development of rat embryos: in vivo and in vitro observations." Pharmacol.Toxicol. 89(2):104-112.
42. Ema, M., et al. 1996. "Phase specificity of developmental toxicity after oral administration of monon- butyl phthalate in rats." Arch.Environ.Contam.Toxicol. 31(2):170-176.
43. Ema, M., et al. 1995. "Comparative developmental toxicity of n-butyl benzyl phthalate and di-nbutyl phthalate in rats." Arch.Environ.Contam.Toxicol. 28(2):223-228.
44. Ema, M., et al. 1995. "Developmental toxicity evaluation of mono-n-butyl phthalate in rats." Toxicol.Lett. 78(2):101-106.
45. Saillenfait, A.M., et al. 2003. "Comparative embryotoxicities of butyl benzyl phthalate, mono-nbutyl phthalate and mono-benzyl phthalate in mice and rats: in vivo and in vitro observations." Reprod.Toxicol. 17(5):575-583.
46. Ema, M., and E. Miyawaki. 2001. "Adverse effects on development of the reproductive system in male offspring of rats given monobutyl phthalate, a metabolite of dibutyl phthalate, during late pregnancy." Reprod.Toxicol. 15(2):189-194.
47. Ema, M., et al. 2003. "Decreased anogenital distance and increased incidence of undescended testes in fetuses of rats given monobenzyl phthalate, a major metabolite of butyl benzyl phthalate." Reprod.Toxicol. 17(4):407-412.
48. Kai, H., et al. 2005. "Long-term effects of intrauterine exposure to mono-n-butyl phthalate on the reproductive function of postnatal rats." J.Pediatr.Surg. 40(2):429-433.
49. U.S. Environmental Protection Agency. 2005. "Integrated Risk Information System (IRIS) Chemical Assessment Tracking System." http://cfpub.epa.gov/iristrac/index.cfm.
50. Saillenfait, A.M., et al. 1998. "Assessment of the developmental toxicity, metabolism, and placental transfer of Di-n-butyl phthalate administered to pregnant rats." Toxicol.Sci. 45(2):212-224.
51. Ema, M., et al. 1993. "Teratogenic evaluation of di-n-butyl phthalate in rats." Toxicol.Lett.69(2):197-203.
52. Ema, M., et al. 1994. "Characterization of the developmental toxicity of di-n-butyl phthalate in rats." Toxicology 86(3):163-174.
53. Foster, P.M., et al. 2000. "Effects of di-n-butyl phthalate (DBP) on male reproductive development in the rat: implications for human risk assessment." Food Chem.Toxicol. 38(1 Suppl):S97-S99.
54. Ema, M., et al. 2000. "Critical period for adverse effects on development of reproductive system in male offspring of rats given di-n-butyl phthalate during late pregnancy." Toxicol.Lett. 111(3):271- 278.
55. Fisher, J.S., et al. 2003. "Human 'testicular dysgenesis syndrome': a possible model using in-utero exposure of the rat to dibutyl phthalate." Hum.Reprod. 18(7):1383-1394.
56. Salazar, V., et al. 2004. "Effect of oral intake of dibutyl phthalate on reproductive parameters of Long Evans rats and pre-pubertal development of their offspring." Toxicology 205(1-2):131-137.
57. Barlow, N.J., et al. 2004. "Male reproductive tract lesions at 6, 12, and 18 months of age following in utero exposure to di(n-butyl) phthalate." Toxicol.Pathol. 32(1):79-90.
58. Bowman, C.J., et al. 2005. "Altered gene expression during rat Wolffian duct development following di(n-butyl) phthalate exposure." Toxicol.Sci. 86(1):161-174.
59. Carruthers, C.M., and P.M. Foster. 2005. "Critical window of male reproductive tract development in rats following gestational exposure to di-n-butyl phthalate." Birth Defects Res B Dev.Reprod.Toxicol. 74(3):277-285.
60. Lehmann, K.P., et al. 2004. "Dose-dependent alterations in gene expression and testosterone synthesis in the fetal testes of male rats exposed to di (n-butyl) phthalate." Toxicol.Sci. 81(1):60-68.
61. Kim, H.S., et al. 2004. "Neonatal exposure to di(n-butyl) phthalate (DBP) alters male reproductivetract development." J.Toxicol.Environ.Health A 67(23-24):2045-2060.
62. Zhang, Y., et al. 2004. "Reproductive and developmental toxicity in F1 Sprague-Dawley male rats exposed to di-n-butyl phthalate in utero and during lactation and determination of its NOAEL."
Reprod.Toxicol. 18(5):669-676.
63. Mylchreest, E., et al. 1998. "Male reproductive tract malformations in rats following gestational and lactational exposure to Di(n-butyl) phthalate: an antiandrogenic mechanism?" Toxicol.Sci. 43(1):47-60.
64. Mylchreest, E., et al. 1999. "Disruption of androgen-regulated male reproductive development by di(n-butyl) phthalate during late gestation in rats is different from flutamide."  Toxicol.Appl.Pharmacol. 156(2):81-95.
65. Mylchreest, E., et al. 2000. "Dose-dependent alterations in androgen-regulated male reproductive development in rats exposed to Di(n-butyl) phthalate during late gestation." Toxicol.Sci. 55(1):143-151.
66. Mylchreest, E., et al. 2002. "Fetal testosterone insufficiency and abnormal proliferation of Leydig cells and gonocytes in rats exposed to di(n-butyl) phthalate." Reprod.Toxicol. 16(1):19-28.
67. Lee, K.Y., et al. 2004. "Diverse developmental toxicity of di-n-butyl phthalate in both sexes of rat offspring after maternal exposure during the period from late gestation through lactation." Toxicology 203(1-3):221-238.
68. Rais-Bahrami, K., et al. 2004. "Follow-up study of adolescents exposed to di(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) as neonates on extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) support." Environ.Health Perspect. 112(13):1339-1340.
69. Pennanen, S., et al. 1992. "The developmental toxicity of 2-ethylhexanoic acid in Wistar rats." Fundam.Appl.Toxicol. 19(4):505-511.
70. Nakamura, Y. 1979. "Teratogenicity of Di-(2-ethylhexyl) Phthalate in Mice." Toxicol.Lett. 4:113-117.
71. Ablake, M., et al. 2004. "Di-(2-ethylhexyl) phthalate induces severe aspermatogenesis in mice, however, subsequent antioxidant vitamins supplementation accelerates regeneration of the seminiferous epithelium." Int.J.Androl 27(5):274-281.
72. Borch, J., et al. 2004. "Steroidogenesis in fetal male rats is reduced by DEHP and DINP, but endocrine effects of DEHP are not modulated by DEHA in fetal, prepubertal and adult male rats." Reprod.Toxicol. 18(1):53-61.
73. Parks, L.G., et al. 2000. "The plasticizer diethylhexyl phthalate induces malformations by decreasing fetal testosterone synthesis during sexual differentiation in the male rat." Toxicol.Sci. 58(2):339-349.
74. Magliozzi, R., et al. 2003. "Effects of the plasticiser DEHP on lung of newborn rats: catalase immunocytochemistry and morphometric analysis." Histochem.Cell Biol. 120(1):41-49.
75. Parmar, D., et al. 1985. "Hepatic mixed function oxidases and cytochrome P-450 contents in rat pups exposed to di-(2-ethylhexyl)phthalate through mother's milk." Drug Metab.Dispos. 13(3):368-370.
76. Dostal, L.A., et al. 1987. "Transfer of di(2-ethylhexyl) phthalate through rat milk and effects on milk composition and the mammary gland." Toxicol.Appl.Pharmacol. 91(3):315-325.
77. Dostal, L.A., et al. 1987. "Hepatic peroxisome proliferation and hypolipidemic effects of di(2- ethylhexyl)phthalate in neonatal and adult rats." Toxicol.Appl.Pharmacol. 87(1):81-90. 78. Hauck, R.S., et al. 1990. "Asymmetric synthesis and teratogenic activity of (R)- and (S)-2- ethylhexanoic acid, a metabolite of the plasticizer di-(2-ethylhexyl)phthalate." Life Sci. 46(7):513-518.
79. Ritter, E.J., et al. 1987. "Teratogenicity of di(2-ethylhexyl) phthalate, 2-ethylhexanol, 2- ethylhexanoic acid, and valproic acid, and potentiation by caffeine." Teratology 35(1):41-46.
80. Tomita, I., et al. 1986. "Fetotoxic effects of mono-2-ethylhexyl phthalate (MEHP) in mice." Environ.Health Perspect. 65:249-54.:249-254.
81. Yagi, Y., et al. 1980. "Teratogenic potential of di- and mono-(2-ethylhexyl)phthalate in mice." J.Environ.Pathol.Toxicol. 4(2-3):533-544.
82. Field, E.A., et al. 1993. "Developmental toxicity evaluation of diethyl and dimethyl phthalate in rats." Teratology 48(1):33-44.
83. Fujii, S., et al. 2005. "A two-generation reproductive toxicity study of diethyl phthalate (DEP) in rats." J.Toxicol.Sci. 30 Spec No.:97-116.
84. U.S. Environmental Protection Agency. 2006. "Reassessment of the One Exemption from the Requirement of a Tolerance for Diethyl Phthalate."
www.epa.gov/opprd001/inerts/diethylphathalate.pdf.
85. U.S. Environmental Protection Agency. 1993. "Integrated Risk Information System (IRIS): Diethyl phthalate." http://www.epa.gov/iris/subst/0226.htm.
86. Jonsson, B.A., et al. 2005. "Urinary phthalate metabolites and biomarkers of reproductive function in young men." Epidemiology 16(4):487-493.
87. Hauser, R., et al. 2005. "Evidence of interaction between polychlorinated biphenyls and phthalates in relation to human sperm motility." Environ.Health Perspect. 113(4):425-430.
88. Tsumura, Y., et al. 2003. "Estimated daily intake of plasticizers in 1-week duplicate diet samples following regulation of DEHP-containing PVC gloves in Japan." Food Addit.Contam. 20(4):317-324.
89. Yano, K., et al. 2005. "Phthalate levels in baby milk powders sold in several countries." Bull.Environ.Contam.Toxicol. 74(2):373-379.
90. Becker, K., et al. 2004. "DEHP metabolites in urine of children and DEHP in house dust." Int.J.Hyg.Environ.Health 207(5):409-417.
91. Wilson, N.K., et al. 2001. "Levels of persistent organic pollutants in several child day care centers." J.Expo.Anal.Environ.Epidemiol. 11(6):449-458.
92. Rudel, R.A., et al. 2003. "Phthalates, Alkylphenols, Pesticides,Polybrominated Diphenyl Ethers, and Other Endocrine-Disrupting Compounds in Indoor Air and Dust." Environmental Science & Technology 37(20):4543-4553.
93. Adibi, J.J., et al. 2003. "Prenatal exposures to phthalates among women in New York City and Krakow, Poland." Environ.Health Perspect. 111(14):1719-1722.
94. Colon, I., et al. 2000. "Identification of phthalate esters in the serum of young Puerto Rican girls with premature breast development." Environ.Health Perspect. 108(9):895-900.
95. Calafat, A.M., et al. 2004. "Exposure to di-(2-ethylhexyl) phthalate among premature neonates in a neonatal intensive care unit." Pediatrics 113(5):e429-e434.
96. Koch, H.M., et al. 2004. "Internal exposure of nursery-school children and their parents and teachers to di(2-ethylhexyl)phthalate (DEHP)." Int.J.Hyg.Environ.Health 207(1):15-22.
97. Green, R., et al. 2005. "Use of di(2-ethylhexyl) phthalate-containing medical products and urinary levels of mono(2-ethylhexyl) phthalate in neonatal intensive care unit infants." Environ.Health Perspect. 113(9):1222-1225.
98. Koo, H.J., and B.M. Lee. 2005. "Human monitoring of phthalates and risk assessment." J Toxicol.Environ.Health A 68(16):1379-1392.
99. Koch, H.M., et al. 2005. "Di(2-ethylhexyl)phthalate (DEHP) exposure of voluntary plasma and platelet donors." Int.J.Hyg.Environ.Health 208(6):489-498.
100. Koch, H.M., et al. 2003. "Internal exposure of the general population to DEHP and other phthalates--determination of secondary and primary phthalate monoester metabolites in urine." Environ.Res. 93(2):177-185.
101. Koch, H.M., et al. 2003. "An estimation of the daily intake of di(2-ethylhexyl)phthalate (DEHP) and other phthalates in the general population." Int.J.Hyg.Environ.Health 206(2):77-83.
102. Koch, H.M., et al. 2004. "NTP center for the evaluation of risks to human reproduction reports on phthalates: addressing the data gaps." Reprod.Toxicol. 18(6):759-760.
103. Swan, S.H., et al. 2005. "Decrease in anogenital distance among male infants with prenatal phthalate exposure." Environ.Health Perspect. 113(8):1056-1061.
104. Eriksson, P., and P.O. Darnerud. 1985. "Distribution and retention of some chlorinated hydrocarbons and a phthalate in the mouse brain during the pre-weaning period." Toxicology 37(3-4):189-203.
105. Singh, A.R., et al. 1975. "Maternal-fetal transfer of 14C-di-2-ethylhexyl phthalate and 14C-diethyl phthalate in rats." J.Pharm.Sci. 64(8):1347-1350.
106. Kremer, J.J., et al. 2005. "Pharmacokinetics of monobutylphthalate, the active metabolite of di-nbutylphthalate,in pregnant rats." Toxicol.Lett. 159(2):144-153.
107. Fennell, T.R., et al. 2004. "Pharmacokinetics of dibutylphthalate in pregnant rats." Toxicol.Sci.82(2):407-418.
108. Kessler, W., et al. 2004. "Blood burden of di(2-ethylhexyl) phthalate and its primary metabolite mono(2-ethylhexyl) phthalate in pregnant and nonpregnant rats and marmosets." Toxicol.Appl.Pharmacol. 195(2):142-153.
109. Calafat, A.M., et al. 2006. "Urinary and amniotic fluid levels of phthalate monoesters in rats after the oral administration of di(2-ethylhexyl) phthalate and di-n-butyl phthalate." Toxicology 217(1):22-30.
110. Merkle, J., et al. 1988. "Developmental toxicity in rats after inhalation exposure of di-2-ethylhexylphthalate (DEHP)." Toxicol.Lett. 42(2):215-223.
111. Thomas, J.A., et al. 1979. "Failure of monoethylhexyl phthalate to cause teratogenic effects in offspring of rabbits." Toxicol.Appl.Pharmacol. 51(3):523-528.
112. Ema, M., et al. 1993. "Teratogenic phase specificity of butyl benzyl phthalate in rats." Toxicology 79(1):11-19.
113. Singh, A.R., et al. 1972. "Teratogenicity of phthalate esters in rats." J.Pharm.Sci. 61(1):51-55.
114. Saillenfait, A.M., et al. 2003. "Developmental toxicities of ethylbenzene, ortho-, meta-, para-xylene and technical xylene in rats following inhalation exposure." Food Chem.Toxicol. 41(3):415-429.
115. Gray, L.E., Jr., et al. 1999. "Administration of potentially antiandrogenic pesticides (procymidone, linuron, iprodione, chlozolinate, p,p'-DDE, and ketoconazole) and toxic substances (dibutyl- and diethylhexyl phthalate, PCB 169, and ethane dimethane sulphonate) during sexual differentiation produces diverse profiles of reproductive malformations in the male rat." Toxicol.Ind.Health 15(1-2):94-118.
116. Higuchi, T.T., et al. 2003. "Effects of dibutyl phthalate in male rabbits following in utero, adolescent, or postpubertal exposure." Toxicol.Sci. 72(2):301-313.
117. Tanaka, T. 2002. "Reproductive and neurobehavioural toxicity study of bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) administered to mice in the diet." Food Chem.Toxicol. 40(10):1499-1506.
118. Nagao, T., et al. 2000. "Effect of butyl benzyl phthalate in Sprague-Dawley rats after gavage administration: a two-generation reproductive study." Reprod.Toxicol. 14(6):513-532.
119. Wyde, M.E., et al. 2005. "Di-n-butyl phthalate activates constitutive androstane receptor and pregnane X receptor and enhances the expression of steroid-metabolizing enzymes in the liver of rat fetuses." Toxicol.Sci. 86(2):281-290.
120. Masuo, Y., et al. 2004. "Effects of neonatal treatment with 6-hydroxydopamine and endocrine disruptors on motor activity and gene expression in rats." Neural.Plast. 11(1-2):59-76.
121. Masuo, Y., et al. 2004. "Motor hyperactivity caused by a deficit in dopaminergic neurons and the effects of endocrine disruptors: a study inspired by the physiological roles of PACAP in the brain." Regul.Pept. 123(1-3):225-234.
122. U.S. Consumer Product Safety Commission. 1998. "The Risk of Chronic Toxicity Associated with Exposure to Diisononyl Phthalate (DINP) in Children's Products."
http://www.cpsc.gov/phth/execsum.pdf.
123. U.S. Consumer Products Safety Commission. 1998. "Study on Phthalates in Teethers, Rattles and Other Children's Products." http://www.cpsc.gov/cpscpub/prerel/prhtml99/99031.html.
124. Center for the Evaluation of Risks to Human Reproduction. 2006. "NTP-CERHR Monograph on the Potential Human Reproductive and Developmental Effects of Di(2-Ethylhexyl) Phthalate (DEHP)." http://cerhr.niehs.nih.gov/chemicals/dehp/DEHP-Monograph.pdf NIH Publication No. 06-4476.
125. U.S. Food and Drug Administration. 2002. "Public Health Notification: PVC Devices Containing the Plasticizer DEHP." http://www.fda.gov/cdrh/safety/dehp.html.
126. U.S. Food and Drug Administration. 2002. "Plastics and the Microwave."
http://www.fda.gov/fdac/features/2002/602_plastic.html.
127. USDA Food Safety and Inspection Service. 2000. "Food Safety Facts."
http://www.foodsafety.gov/~fsg/fs-mwave.html.
128. U.S. Centers for Disease Control. 2005. "National Center for Health Statistics."
http://www.cdc.gov/nchs/about/major/nhanes/nhanes2005-2006/nhanes05_06.htm.
129. U.S. Centers for Disease Control. 2006. "National Report on Human Exposure to Environmental Chemicals." http://www.cdc.gov/exposurereport/.
130. EurActiv.com. 2005. "Permanent phthalates ban in toys approved."
131. City and County of San Francisco Board of Supervisors. 2006. "Legislative Analyst Report: Enforcement Alternatives for Plastic Child Products Ban (OLA No. 057-06)."
http://www.municode.com/content/4201/14136/HTML/ch034.html.
132. City and County of San Francisco Board of Supervisors. 2006. "Legislative Analyst Report: Enforcement Alternatives for Plastic Child Products Ban (OLA No. 057-06)."
133. U.S. Environmental Protection Agency. 2003. "Dibutyl Phthalate: Hazard Summary." http://www.epa.gov/ttn/atw/hlthef/di-n-but.html.
134. U.S. Environmental Protection Agency. 2003. "Dimethyl Phthalate: Hazard Summary." http://www.epa.gov/ttn/atw/hlthef/dimet-ph.html.
135. U.S. Environmental Protection Agency. 2000. "Technology Transfer Network Air Toxics Website: Bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP)." http://www.epa.gov/ttn/atw/hlthef/eth-phth.html.
136. U.S. Environmental Protection Agency. 1989. "Inert (other) Pesticide Ingredients in Pesticide Products - Categorized List of Inert (other) Pesticide Ingredients."
http://www.epa.gov/opprd001/inerts/lists.html.
137. U.S. Centers for Disease Control (ATSDR). 2006. "Priority List of Hazardous Substances for the Comprehensive Environmental Response, Compensation, and Liability Act (CERCLA) Section 104(i)." http://www.atsdr.cdc.gov/cercla/.
138. U.S. Environmental Protection Agency. 2002. "Child-Specific Exposure Factors Handbook (Interim Report) 2002." http://cfpub.epa.gov/ncea/cfm/recordisplay.cfm?deid=55145.
139. U.S. Environmental Protection Agency. 2006. "Child-Specific Exposure Factors Handbook 2006 (External Review Draft)." http://cfpub.epa.gov/ncea/cfm/recordisplay.cfm?deid=56747.
140. U.S. Environmental Protection Agency. 1993. "Integrated Risk Information System (IRIS): Butyl benzyl phthalate." http://www.epa.gov/iris/subst/0293.htm.
141. U.S. Environmental Protection Agency. 1990. "Integrated Risk Information System (IRIS): Dibutyl phthalate." http://www.epa.gov/iris/subst/0038.htm.
142. U.S. Centers for Disease Control (ATSDR). 2006. "Minimal Risk Levels (MRLs) for Hazardous Substances." http://www.atsdr.cdc.gov/mrls/index.html.
143. U.S. Environmental Protection Agency. 1991. "Integrated Risk Information System (IRIS): Di(2-ethylhexyl)phthalate (DEHP)." http://www.epa.gov/iris/subst/0014.htm.
144. U.S. Environmental Protection Agency. 2006. "Drinking Water Contaminants."
http://www.epa.gov/safewater/contaminants/index.html.
145. U.S. Environmental Protection Agency. 1987. "Integrated Risk Information System (IRIS): Dimethyl phthalate." http://www.epa.gov/iris/subst/0353.htm.
146. U.S. Environmental Protection Agency. 1995. "Integrated Risk Information System (IRIS): Dimethyl terephthalate." http://www.epa.gov/iris/subst/0046.htm.
147. U.S. Environmental Protection Agency. 2006. "Technology Transfer Network Air Toxics Website: The Original List of Hazardous Air Pollutants." http://www.epa.gov/ttn/atw/188polls.html.
148. U.S. Environmental Protection Agency. 2001. "Lists of Lists: Consolidated List of Chemicals Subject to the Emergency Planning and Right-to-Know Act (EPCRA) and Section 112(r) of the Clean Air Act." http://www.epa.gov/ceppo/pubs/title3.pdf.
149. Doull, J., et al. 1999. "A cancer risk assessment of di(2-ethylhexyl)phthalate: application of the new U.S. EPA Risk Assessment Guidelines." Regul.Toxicol.Pharmacol. 29(3):327-357.
150. U.S. Environmental Protection Agency. 2006. "TRI Explorer: Providing Access to EPA's Toxic Release Inventory Data." http://www.epa.gov/triexplorer/.

Klik disini untuk terjemahan artikel.